Stanley Druckenmiller

Druckenmiller adalah seorang trader sekaligus sebagai fund manager. Pendiri Duquesne Capital Management dan orang terkaya nomor 201 di amerika versi majalah Forbes dengan kekayaan $4.4 billion. Ia lahir di  Pittsburgh, Pennsylvania dari keluarga insinyur dibidang kimia. kedua orang tuanya berpisah saat Druckenmiller duduk di sekolah dasar. lalu ia ikut ayahnya ke Virginia dan bersekolah disana. 

Tahun 1975 mendapatkan gelar BA dibidang ekonomi di  Bowdoin College, lalu mencoba mengejar gelar Ph.D di  University of michigan  namun akhirnya memilih drop out karena menerima pekerjaan sebagai analis di Pittsburgh National Bank. 

Selama 1 tahun bekerja di Pittsburgh National Bank , karirnya menanjak naik sampai posisi kepala bagian riset.

Tahun 1981 Stanley Druckenmiller mendirikan Duquesne Capital Management, sebuah perusahaan pengelola dana (fund manager).

Tahun 1985 ia ditunjuk sebagai consultan di perusahaan aset manajer juga yaitu Dreyfus Fund. Setahun kemudian Stanley Druckenmiller dijadikan Kepala Dreyfus Fund.

Tahun 1988 George soros menunjuk Stanley Druckenmiller menggantikan posisi Victor Niederhoffer di Quantum Fund. Lalu bersama George soros ini Stanley Druckenmiller berhasil membuat geger dunia keuangan dengan ” Menggoyang Bank of England ” lewat aksinya melakukan penjualan mata uang poundsterling dalam jumlah besar pada tahun 1992.  

Pada saat itu stanley druckenmiller dan Gorge soros telah memperhitungkan bahwa bank of England sedang tidak memiliki cadangan mata uang asing yang cukup untuk membeli kembali poundsterling jika banyak yang menjualnya. Sehingga memaksa bank of england menaikan tingkat suku bunga.  Atas kejadian itu, dilaporkan bahwa George soros dan stanley druckenmiller mendapatkan keuntungan sebesar $1 billion

“Coba bayangkan, Apa yang akan terjadi di indonesia jika ada pembelian dollar besar-besaran dalam waktu singkat ? misalnya investor asing yang memindahkan semua modalnya keluar negeri bersamaan dengan jatuh temponya utang swasta ke luar negeri. Mungkin kondisi keuangan kita kacau… nilai rupiah bisa anjlok”

Dalam trading, druckenmiller menggunakan strategi yang sama seperti yang di gunakan george soros yaitu strategi Top-down. Dimana awalnya melihat gambaran kondisi market secara garis besar, lalu memecahnya menjadi beberapa bagian serta mencari bagian mana yang paling unggul, setelah itu mengambil salah satu produk yang diprediksikan akan memberikan keuntungan besar dari bagian yang paling unggul tersebut.

Pada tahun 2000 stanley druckenmiller memilih untuk meninggalkan Quantum Fund dan lebih fokus pada perusahaan aset manajer nya. Hasilnya adalah perusahaannya (Duquesne Capital Management) selalu profit lebih dari 30% per tahun dan tidak pernah rugi.

Namun pada 18 Agustus 2010 Druckenmiller secara mengejutkan mengumumkan kepada kliennya bahwa dia menutup perusahaan aset manajernya yang sudah hampir 30 tahun berjalan dan akan mengembalikan uang mereka. 

Druckenmiller mengatakan : “tidak mudah untuk membuat keuntungan besar saat menangani jumlah uang yang sangat besar


Promo

Tempat Deposit Instaforex Tempat Jual Beli Skrill Tempat Deposit Fbs